Cuma 3 jenis US ETF ini yang lo perlu tau kalo lo baru mau mulai investasi ETF Amerika. Di bagian bawah artikel ini gue jelasin juga soal XTB, broker buat beli ketiga ETF ini, jadi baca sampe abis.

Btw gue Shereen, gue kerja di Singapore sebagai Investment Analyst.

1) ETF yang Track S&P 500

Pertama, ETF yang track S&P 500. Isinya 500 perusahaan terbesar US, dari Apple, Microsoft, sampe Amazon, jadi udah diversified across sector. Ini biasanya jadi core holding di portfolio, karena lo basically taruh uang lo di pertumbuhan ekonomi US secara keseluruhan, bukan taruhan di satu perusahaan doang. Contohnya SPY, VOO, sama IVV.

Bedanya cuma di expense ratio (biaya tahunan). SPY biayanya 0,0945% karena strukturnya lebih tua (dari 1993), sementara VOO sama IVV cuma 0,03% karena strukturnya lebih modern dan efisien, padahal isinya 500 perusahaan yang identik. SPY tetep jadi favorit trader dan institusi karena paling likuid, tapi buat investor jangka panjang kayak kita, VOO atau IVV lebih hemat biaya dalam jangka panjang.

SPY VOO IVV

2) ETF yang Track Nasdaq

Kedua, ETF yang track Nasdaq 100. Lebih heavy ke tech dan growth companies kayak Apple, Microsoft, Nvidia. Pas tech lagi naik, ini yang paling kenceng naik, tapi pas market koreksi karena sentimen tech, ini juga yang paling kenceng turun. Contohnya QQQ sama QQQM.

QQQ dan QQQM nge track index yang identik, cuma QQQ udah ada sejak 1999 dan jadi salah satu ETF paling likuid di dunia (biaya 0,18%), sementara QQQM versi "mini" nya yang baru rilis 2020 dengan biaya tahunan lebih murah (0,15%). Kalo lo trader aktif, QQQ lebih cocok karena likuiditasnya. Tapi kalo niat lo emang buy & hold jangka panjang kayak gue, QQQM sedikit lebih efisien dari sisi biaya.

QQQ QQQM

3) High Dividend ETF

Ketiga, high dividend ETF. Isinya perusahaan mature yang konsisten bagi dividen tinggi, kayak consumer staples dan utilities. Cocok buat cashflow reguler dan buat ngebalance exposure tech lo. Contohnya SPHD, SCHD, sama VYM.

SPHD dan SCHD sama sama dividend ETF, tapi filosofinya beda. SPHD ngejar yield setinggi mungkin dengan volatilitas rendah (yieldnya lebih tinggi, tapi historically return totalnya lebih rendah), sementara SCHD lebih milih perusahaan dengan fundamental kuat dan history konsisten naikin dividen (yieldnya lebih rendah, tapi historically total returnnya lebih tinggi dan biayanya jauh lebih murah). VYM sendiri lebih broad lagi, isinya ratusan perusahaan dividend paying tanpa filter seketat SCHD.

SCHD SPHD
Ini tiga nama yang gue accumulate tiap bulan, gak peduli market lagi naik atau turun, karena gue dollar cost averaging jangka panjang. Yang gue adjust cuma alokasinya. Kalo lagi worried sama valuasi tech, gue kurangin porsi QQQ dikit.

XTB, Broker buat Beli ETF di Atas

XTB Online Trading

Background dan Legalitas

XTB itu broker gede dari Eropa, bukan startup baru yang belum jelas track recordnya. Perusahaan ini udah berdiri lebih dari 20 tahun, berbasis di Polandia, dan malah udah listed di Bursa Efek Warsawa (Warsaw Stock Exchange) sejak 2016. Secara global mereka udah ngelayanin lebih dari 2 juta klien.

Soal legalitas di Indonesia, XTB beroperasi lewat entitas lokal PT XTB Indonesia Berjangka, yang pegang Izin Usaha Pialang Berjangka dari Bappebti (awalnya nomor 003/BAPPEBTI/SI/08/2020, per 2024 diperbarui jadi 003/BAPPEBTI/SP-PN/06/2024), Izin Prinsip dari OJK, dan terdaftar di Bank Indonesia. Mereka juga anggota resmi BKDI (Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia) dan ICH (Indonesia Clearing House). Jadi ini bukan platform gak jelas. Dana klien disimpan terpisah (segregated account) dari dana operasional perusahaan, sesuai standar global.

Kenapa Bisa Komisi 0%

Awalnya XTB emang paling dikenal sebagai platform CFD (Contract for Difference) buat trading forex, index, sama komoditas. Dari situ juga sebagian besar pendapatan mereka datang, bukan dari komisi jual beli saham atau ETF. Makanya mereka bisa kasih komisi 0% buat transaksi saham dan ETF (sampe batas transaksi sekitar €100.000 per bulan, di atas itu baru kena komisi kecil 0,2%). Saham dan ETF ini semacam produk gerbang masuk buat XTB, sementara cuan utama mereka tetep dari sisi CFD.

Cara Daftar XTB

Nih gue kasih step by step-nya lengkap, ikutin urut ya biar gak ada yang kelewat.

  1. Mulai dari link ini dulu: https://geolink.xtb.com/LFBKx Abis itu scroll ke paling bawah sampe lo liat tombol "Unduh Aplikasi" atau "Download Application".
  2. Paling penting: masukin kode referral SHEREEN pas masih ngisi form. Di form pendaftaran ada kolom "Referral Code (optional)". Isi di situ selagi lo masih di halaman itu. Kode ini gak bisa ditambahin lagi kalo form-nya udah kesubmit, jadi jangan sampe kelewat.
  3. Data dasar. Email, password, negara domisili.
  4. Data pribadi. Tanggal lahir dan alamat. Pastiin sama persis kayak di KTP, kalo beda proses verifikasinya bisa lama.
  5. Platform dan mata uang. Pilih platform trading dan mata uang dasar akun, pilih USD buat mata uang akunnya. XTB gak nyediain akun dalam Rupiah, jadi kalo lo top up dari rekening IDR bakal kena biaya konversi sekitar 0,5%. Biar skip biaya itu, convert dulu Rupiah lo ke USD di bank lokal (misalnya di BCA), baru transfer USDnya langsung ke akun XTB.
  6. Beberapa pertanyaan singkat. Soal pekerjaan, kondisi keuangan, pengalaman trading. Ini standar KYC aja, bukan ujian, jawab jujur aja.
  7. Verifikasi identitas. Upload KTP atau paspor yang jelas dan masih berlaku, plus bukti alamat kayak tagihan listrik atau rekening koran. Foto buram atau dokumen kadaluarsa itu penyebab utama verifikasi lama, jadi pastiin fotonya jelas dan valid. Biasanya kelar dalam sekitar 1 hari.
  8. Deposit. Gak ada minimum deposit. Bisa lewat transfer bank, kartu, atau dompet digital.
  9. Selesai. Begitu deposit masuk, akun lo langsung bisa dipakai.
PENTING: kode referral SHEREEN cuma bisa diisi pas lo masih di form pendaftaran (step 2). Kalo form-nya udah kesubmit, kode ini gak bisa ditambahin lagi. Jadi pastiin lo isi dulu sebelum lanjut ke step berikutnya.

Ada kendala pas daftar? Hubungi support XTB Indonesia di Support@xtb.id atau +62 21 501 51888, weekdays jam 9 pagi sampe 12 malam WIB.

Oh iya, dari 8 ETF yang gue sebutin di atas, yang available di XTB sekarang baru SPY sama QQQ yang udah pasti ada di platformnya. SCHD setau gue juga udah available pas terakhir gue cek, tapi listing ETF bisa berubah kapan aja, jadi double check langsung di aplikasinya ya sebelum beli. VOO, IVV, QQQM, SPHD, dan VYM belum ada di platform mereka. Semoga nambah ke depannya.

Sumber: Data expense ratio & profil ETF (fund provider resmi SPDR, Vanguard, iShares, Invesco, Schwab, Global X, ETF.com) · profil perusahaan XTB S.A. (Warsaw Stock Exchange/GPW, Wikipedia) · legalitas & struktur biaya XTB Indonesia (Bappebti, PT XTB Indonesia Berjangka, review Invesnesia) · ketersediaan SPY & QQQ di platform terverifikasi lewat xtb.com/id, ketersediaan SCHD berdasarkan pengalaman pribadi Shereen pakai aplikasinya.